Jumat, 19 April 2013

Jenis -Jenis Kembar




1.      Kembar berdasarkan jumlahnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)      Kembar 2, kembar ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
A.      Kembar identik (monozigotik)
Kembar identik yaitu sama susunan genetis, golongan darah, jenis kelamin (sex), rupa, bentuk, warna kulit, dan sidik jari-gurat tapak, atau setangkup. Berasal dari pembuahan oleh 1 spermatozoon terhadap 1 ovum, sehingga disebut juga kembar monovuler. Kembar identik terjadi pada awal pembelahan sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong.  Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).
Kembar identik atau disebut juga kembar monozigotik berasal dari satu sel telur (ovum) dan satu sel sperma yg mengalami pembuahan dan menjadi satu zigot. Dalam perkembangannya, zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Tergantung dari tahapan pemisahan zigot, kembar identik dapat berbagi amnion yang sama (dikenal sebagai monoamniotik) atau berbeda amnion. Lebih jauh lagi, kembar identik bukan monoamniotik dapat berbagi plasenta yang sama (dikenal dengan monokorionik, monochorionic) atau tidak. Semua kembar monoamniotik pasti monokorionik. Berbagi amnion yang sama (atau amnion dan plasenta yang sama) dapat menyebabkan komplikasi dalam kehamilan. Bayi kembar dampit atau kembar Siam adalah bayi kembar identik yang tidak dapat berpisah secara sempurna. Faktor yang mempengaruhi : faktor hereditas dan lingkungan.
Ciri-ciri kembar identik
·         Jenis kelamin sama
·         Golongan darah sama
·         Wajah mirip
Berdasarkan susunan selaput embrionya kembar identik dibedakan menjadi 3 yaitu :
a)      Dichorial diamniotic
Memiliki 2 chorion dan 2 amnion, terjadi pada ± 30% semua kembar dua identik, terjadi pemisahan jadi embrio sendiri-sendiri pada tingkat 2-sel Bernidasi sendiri-sendiri  sehingga punya chorion dan amnion sendiri.
b)     Monochorial diamniotic
Memiliki  1 chorion tapi 2 amnion, terjadi pada 70% kembar dua identik pemisahan jadi embrio sendiri-sendiri pada tingkat blastula sudah terbentuk chorion, jadi chorion dipakai bersama, tapi masing-masing punya amnion sendiri-sendiri dan plasenta berdekatan.
c)      Monocharial monoamniotic
Memiliki 1 chorion dan 1 amnion Terdapat ± 10% kembar dua identik terjadi pemisahan embrio sendiri-sendiri pada tingkat awal primitive streak. Amnion dan chorion sudah terbentuk, kedua selaput dipakai bersama tali pusat sendiri, plasenta sama, sering berbelit  yang menyukarkan proses melahirkan. 
Proses terjadinya kembar identik yaitu : pada masa pembuahan sebuah sel telur matang dibuahi oleh sebuah sperma yang membentuk zigot, kemudian zigot ini akan membelah. Jika pembelahan zigot ini terjadi saat awal pembuahan (1-3 hari setelah pembuahan) maka setiap embrio biasanya akan memiliki kantong ketuban yang berbeda dan satu plasenta. Tetapi bila pembelahan terjadi setelah 14 hari maka kemungkinan kembar akan menempel bersama pada bagian dari tubuhnya atau pembelahan yang tidak sempurna yang disebut sebagai kembar siam lebih tinggi. Jadi kembar siam terjadi pada kembar monozigot.
B.      Kembar fraternal (dizigotik)
Kembar fraternal yaitu bisa tak sama segalanya, seperti halnya bersaudara sekandung yang kelahirannya berbeda tahun. Kembar fraternal berasal dari pembuahan 2 spermatozoa terhadap 2 ovum.Faktor  yang mempengaruhi berupa faktor hereditaspada ibu yang sudah berkali-kali melahirkan.
Kembar dizigotik (dikenal sebagai "kembar non-identik") terjadi karena zigot-zigot yang terbentuk berasal dari sel telur yang berbeda. Terdapat lebih dari satu sel telur yang melekat pada dinding rahim yang terbuahi oleh sel-sel sperma pada saat yang bersamaan. Pada manusia, proses ovulasi kadang-kadang melepaskan lebih dari satu sel telur matang ke tuba fallopi yang apabila mereka terbuahi akan memunculkan lebih dari satu zigot. Kembar dizigotik secara genetik tidak berbeda dari saudara biasa dan berkembang dalam amnion dan plasenta yang terpisah. Mereka dapat memiliki jenis kelamin yang berbeda atau sama. Kajian juga menunjukkan bahwa bakat melahirkan kembar dizigotik diwariskan kepada keturunannya (bersifat genetik), namun hanya keturunan perempuan/betina yang mampu menunjukkannya (karena hanya perempuan/betina yang dapat mengatur pengeluaran sel telur).
      Ciri-ciri kembar non identik :
·         Jenis kelamin bisa berbeda
·         Golongan darah bisa berbeda
·         Wajah tidak begitu mirip

2)      Kembar lebih dari 2 (kembar gabungan)
Merupakan gabungan antara identik dan fraternal. Kembar triplet (tiga) bisa fraternal semua, bisa kombinasi antara 2 identik, 1 fraternal terhadap yang 2 lagi. Quadruplet (empat), ada yang keempatnya identik, ada yang gabungan antara 2 fraternal 2 identik. Bayi kembar tiga dan empat dapat terjadi apabila sang ibu melepaskan tiga atau empat sel telur secara bersamaan. Atau bisa juga terjadi apabila sebuah sel  telur yang sudah dibuahi membelah menjadi tiga atau empat individu. Ketika dua buah sel telur dibuahi oleh sperma, dan salah satunya membelah menjadi dua individu, maka akan lahir bayi kembar tiga dimana muncul kelahiran kembar dua identik dan satu bayi yang tidak identik.

3.      Kembar menurut kejadiannya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a.      Kembar natural
Yaitu, kembar  yang terjadi dengan sendirinya di alam. Faktor yang mempengaruhi : faktor genetis dan faktor lingkungan. Contohnya pada ikan yang ditemukan adanya beberapa butir telur yang menumbuhkan 2  embrio sekaligus dari 1 telur. Tanda-tanda pengembaran : lambatnya proses nidasi berlangsung, menurunnya kecepatan metabolisme.
b.      Kembar experimental
Yaitu kembar yang terjadi oleh percobaan manusia, dengan memberikan suatu zat atau bahan tertentu yang mempengaruhi pertumbuhan di masa embrio sehingga terjadi pengembaran. Faktor yang dapat menyebabkan kekembaran pada kembar experimental yaitu:
a.       Kedua blastomer harus saling mengandung bahan protoplasma yang sama secara kuantitatif.
b.      Dengan cara operasi pada waktu blastula pada ayam, blastula dibelah dua atau lebih, masing-masing dapat tumbuh jadi kembar siam. Dengan membelah dua sama kiri-kanan primitif streak awal melalui bidang median, embrio ayam pun dapat dibuat jadi kembar identik.
Dengan mengikat embrio yang masih terdiri dari 2 sel, dengan rambut halus di antara kedua sel itu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar